Kunjungan Akademik ke Taiwan Perkuat Kolaborasi Internasional dan Peluang Karier Global Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Narotama
23 Juni 2026, 15:27:56 Dilihat: 66x
Universitas Narotama terus memperkuat jejaring internasional melalui kunjungan akademik dan industri yang dilaksanakan pada 6–9 Juni 2026 di Taiwan. Delegasi yang terdiri dari Dekan Fakultas Teknik Dr. Ir. Adi Prawito, M.T., M.M., IPM, Kaprodi Teknik Sipil Ronny Durrotun Nasihien, S.T., M.T., serta Kasubdit Kerja Sama Ani Wulandari, S.S., M.M., menghadiri undangan wisuda mahasiswa Program International Industrial Talents Education Special Program (INTENSE) di St. John University sekaligus melakukan penjajakan dan penguatan kerja sama dengan perguruan tinggi serta industri di Taiwan.
Kunjungan tersebut menjadi momentum penting dalam memperluas akses pendidikan internasional, meningkatkan kompetensi mahasiswa, serta membuka peluang magang dan karier global bagi lulusan Universitas Narotama.
Agenda utama kunjungan diawali dengan menghadiri wisuda mahasiswa Universitas Narotama peserta Program INTENSE di St. John University Taiwan. Program yang merupakan singkatan dari International Industrial Talents Education Special Program ini merupakan inisiatif Pemerintah Taiwan melalui Kementerian Pendidikan Taiwan yang melibatkan perguruan tinggi, industri, dan kementerian terkait untuk menyiapkan tenaga profesional internasional.
Menurut Dr. Adi Prawito, Universitas Narotama menjadi salah satu perguruan tinggi di Indonesia yang dipercaya mengikuti program tersebut. Hingga saat ini terdapat sembilan mahasiswa Teknik Sipil Universitas Narotama yang mengikuti Program INTENSE di St. John University, terdiri dari lima mahasiswa Batch 1 dan empat mahasiswa Batch 2.
“Alhamdulillah seluruh mahasiswa Narotama yang mengikuti program ini berhasil lulus. Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka akan melanjutkan program magang kerja profesional selama dua tahun di perusahaan-perusahaan mitra industri di Taiwan,” ujar Dr. Adi Prawito.
Program INTENSE memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menempuh pendidikan internasional melalui skema transfer kredit dan penyelarasan kurikulum. Selain memperoleh pengalaman akademik global, mahasiswa juga mendapatkan beasiswa penuh, fasilitas tempat tinggal, serta uang saku selama masa studi.
Delegasi Universitas Narotama diterima langsung oleh Rektor St. John University dan mendapat sambutan hangat sebagai tamu kehormatan. Dalam prosesi wisuda, seluruh delegasi juga diberikan kesempatan untuk menyerahkan piagam penghargaan kepada mahasiswa yang lulus.
Lebih dari sekadar pendidikan akademik, Program INTENSE dinilai berhasil membentuk kompetensi global mahasiswa. Selain menguasai bidang keilmuan teknik sipil, para mahasiswa juga dituntut menguasai bahasa Mandarin dan bahasa Inggris sebagai syarat kelulusan.
“Mahasiswa kita mampu beradaptasi dengan baik. Mereka tidak hanya menguasai kompetensi akademik, tetapi juga memperoleh kemampuan bahasa internasional serta budaya kerja yang disiplin dan profesional,” jelas Dr. Adi Prawito.
Agenda kedua dilaksanakan pada 8 Juni 2026 melalui kunjungan ke Minghsin University of Science and Technology (MUST), salah satu perguruan tinggi di Taiwan yang juga menjadi penyelenggara Program INTENSE.
Dalam kunjungan tersebut, Universitas Narotama dan Minghsin University menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) sebagai tindak lanjut kerja sama internasional yang telah dirintis sebelumnya.
Selain penandatanganan MoA, kedua institusi juga melakukan pembahasan intensif terkait penyelarasan kurikulum, pengakuan mata kuliah, mekanisme tugas akhir, serta pengembangan program mobilitas mahasiswa.
Kabar menggembirakan juga datang dari proses seleksi mahasiswa Batch 3 Program INTENSE. Sebanyak tiga mahasiswa Universitas Narotama telah dinyatakan diterima di Minghsin University dan akan melanjutkan studi serta program magang industri di Taiwan.
Menurut Dr. Adi Prawito, Minghsin University memiliki keunggulan dalam penerapan teknologi konstruksi modern yang terintegrasi dengan kebutuhan industri. Delegasi Narotama berkesempatan mengunjungi laboratorium teknik sipil dan menyaksikan pemanfaatan teknologi terkini seperti Building Information Modeling (BIM), drone survei, simulasi konstruksi digital, serta berbagai perangkat lunak rekayasa sipil.
“Hal yang paling menarik adalah bagaimana teknologi benar-benar menjadi bagian dari proses pembelajaran. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi langsung menerapkan teknologi yang nantinya digunakan di dunia industri,” ungkapnya.
Kunjungan ini juga memberikan banyak inspirasi bagi pengembangan kurikulum Teknik Sipil Universitas Narotama agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi konstruksi global.
Setelah dari Minghsin University, delegasi Universitas Narotama melanjutkan agenda ke dunia industri dengan mengunjungi Lijou and Associates (LNA) Consulting Engineer Taiwan, salah satu mitra industri yang bekerja sama dengan Minghsin University dalam program magang mahasiswa.
Kunjungan ini menjadi kesempatan penting untuk memahami hubungan antara dunia pendidikan dan industri konstruksi di Taiwan. Delegasi diterima langsung oleh pimpinan perusahaan dan mengikuti berbagai agenda, mulai dari pemaparan profil perusahaan, presentasi mahasiswa magang, hingga diskusi mengenai peluang kolaborasi internasional.
Dalam kesempatan tersebut, Universitas Narotama juga menyelenggarakan guest lecture. Dr. Adi Prawito menyampaikan materi terkait bidang teknik sumber daya air, Roni Durrotun Nasihien memaparkan perkembangan Building Information Modeling (BIM) dan teknologi konstruksi, sementara Ani Wulandari memberikan materi motivasi dan pengembangan sumber daya manusia.
Kegiatan tersebut diakhiri dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang membuka peluang kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, magang internasional, dan pengembangan kompetensi mahasiswa.
Menariknya, mahasiswa peserta Program INTENSE yang telah lulus akan menjalani magang profesional di berbagai perusahaan mitra seperti LNA dengan kisaran penghasilan yang kompetitif serta kesempatan berkarier di perusahaan multinasional yang beroperasi di berbagai negara.
Agenda terakhir dilaksanakan pada 9 Juni 2026 melalui kunjungan ke Sinotech Engineering Consultants, salah satu perusahaan konsultan teknik terbesar di Taiwan yang memiliki jaringan internasional di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Delegasi Universitas Narotama diterima langsung oleh jajaran pimpinan perusahaan dan Vice President Sinotech. Kunjungan ini menghasilkan penandatanganan nota kesepahaman sebagai dasar pengembangan kerja sama akademik dan industri di masa mendatang.
Sinotech merupakan perusahaan konsultan multinasional yang bergerak dalam bidang rekayasa teknik, lingkungan, infrastruktur, manajemen konstruksi, serta konsultansi pembangunan.
Melalui kerja sama ini, Universitas Narotama berpeluang mengembangkan berbagai program kolaboratif, seperti seminar internasional, kuliah praktisi, penelitian bersama, serta magang mahasiswa pada proyek-proyek yang dikelola Sinotech baik di Indonesia maupun di tingkat internasional.
“Kami melihat peluang yang sangat besar untuk membangun kolaborasi jangka panjang. Sinotech memiliki pengalaman internasional yang kuat dan dapat menjadi mitra strategis bagi pengembangan pendidikan teknik sipil di Universitas Narotama,” kata Dr. Adi Prawito.
Selain memperkuat jejaring kerja sama internasional, kunjungan ke Taiwan juga memberikan banyak pembelajaran mengenai tata kelola pendidikan, budaya kerja, pemanfaatan teknologi, serta pembangunan perkotaan yang berkelanjutan.
Menurut Dr. Adi Prawito, Taiwan menunjukkan bagaimana teknologi, disiplin, transportasi publik yang terintegrasi, tata ruang yang tertata, serta budaya kerja yang profesional mampu mendukung kemajuan sebuah negara.
“Taiwan memberikan banyak inspirasi. Mulai dari pendidikan, teknologi konstruksi, transportasi, tata ruang, hingga budaya kerja yang disiplin dan efisien. Banyak hal yang dapat kita pelajari dan adaptasi untuk pengembangan Universitas Narotama maupun pembangunan di Indonesia,” ujarnya.
Melalui kunjungan ini, Universitas Narotama semakin mempertegas komitmennya dalam menghadirkan pendidikan berstandar internasional, memperluas akses mahasiswa terhadap pengalaman global, serta memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri dalam menyiapkan lulusan yang kompetitif di tingkat dunia.